Paslon Dadang Sahrul Luncurkan Program Kartu Tani

ARCOM.CO.ID ,Kabupaten Bandung. Calon Bupati Bandung nomor urut tiga Dadang Supriatna yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Syahrul Gunawan memperkenalkan program kartu Tani yang nantinya akan diberikan kepada para petani jika mereka terpilih menjadi Bupati Bandung Periode 2021-2026.

Pria yang akrab disapa Kang DS mengungkapkan, Kartu Tani merupakan Program Kartu Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat bagi para Calon Kepala Daerah yang mengikuti Pilkada 2020.

“Kartu Tani diperuntukan bagi para pelaku tani yang memiliki lahan sendiri dan masuk dalam kriteria pelaku tani yang berdomisili di Kabupaten Bandung,” kata Kang DS, Kamis, (1/10/2020).

Menurut Kang DS, Program Kartu Tani merupakan bantuan bagi para Petani dengan anggaran Rp.50 miliar per tahun dan diluncurkan untuk mengantisipasi banyaknya Petani yang merugi.

“Dalam Program Kartu Tani Pemerintah menyiapkan segala bentuk kebutuhan Petani, mulai sebelum, proses, hingga sesudah,” kats Kang DS.

“Dengan artian segala kebutuhan sebelum mulai bertani, proses jalannya bertani, hingga memberi jalan keluar dalam pemasaran hasil pertanian itu sendiri,” ungkap Kang DS.

Kang DS menambahkan, dengan program kartu tani bukan artian Pemerintah ingin menghilangkan para tengkulak, “Tetapi dengan program kartu ini, Pemerintah harus mampu mengolaborasikan para tengkulak, sehingga ke depannya tidak ada lagi para Petani yang merugi di kala musim panen tiba,” ujarnya.

“Kartu Tani digagas berdasarkan keprihatinan kami dengan kondisi para Petani di Kabupaten Bandung,” kata Kang DS.

“Dengan kondisi yang sangat strategis di bidang pertanian, namun masih banyak Petani yang sering merugi di kala musim panen,” ungkap Kang DS, “Penyebabnya adalah kebingungan memasarkan hasil pertanian yang dihargai murah oleh para tengkulak,” ungkapnya.

Kang DS mengungkapkan, dalam program kartu tani ini, nantinya Pemerintah akan memberikan ambang batas harga dikala musim panen mengalami surplus, “Sehingga harga jual hasil pertanian tidak akan anjlok, dan Pemerintah mensubsidi selisih harga jual antara Petani dan tengkulak,” ujarnya.

Kang DS menegaskan, ke depannya diharapkan program kartu tani ini Pemerintah mampu turun tangan membantu para petani.

“Salah satu contohnya adalah membangun kerjasama bersama Bulog dan ritel- ritel mini market serta Supermarket yang ada di Kabupaten Bandung untuk turut serta memasarkan hasil pertanian para petani,” tegas Kang DS.

“Program kartu tani ini merupakan satu dari tiga program unggulan Kartu Peduli Umat Melayani Rakyat selain kartu wirausaha dan kartu Guru Ngaji yang akan menjadi prioritas,” pungkas Kang DS. (RLS)