BNN dan PPATK Dilibatkan dalam Investigasi Dugaan Penyalahgunaan Narkoba Pegawai bank bjb

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Para Awak Media rencananya akan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam investigasi dugaan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan para Pegawai bank bjb beberapa waktu lalu.

Pasalnya hingga Senin, 2 November 2020, pihak Corporate Secretary bank bjb masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi terhadap kasus narkoba yang menimpa para Pegawai bank bjb.

Padahal para awak Media telah melayangkan surat kepada pihak Corporate Secretary bank bjb sejak 26 Agustus 2020 yang isinya menanyakan perkembangan dugaan kasus narkoba yang menimpa para Pegawai bank bjb.

Seperti diketahui, para awak Media mendapat informasi bahwa beberapa waktu lalu telah terjadi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan beberapa Pegawai Bank bjb di apartemen mewah Jakarta.

Para awak Media dalam surat yang dilayangkan kepada pihak Corporate Secretary bank bjb ingin menyinkronkan data kronologi kejadian, waktu dan tempat kejadian, serta inisial para pegawai bank bjb yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba, bahkan informasi yang beredar, pegawai bank bjb tersebut merupakan para Kepala Cabang bank bjb.

Klarifikasi dan jawaban dari pihak Corporate Secretary bank bjb, diperlukan para awak Media atas dasar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Rencananya para awak Media akan terus me-running berita dugaan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Pegawai bank bjb hingga pihak Corporate Secretary Bank bjb memberikan jawaban dan klarifikasi secara resmi.

Para awak Media akan terus melakukan investigasi dengan mengumpulkan data dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) untuk mengetahui apakah ada dana nasabah bank bjb yang digunakan para pegawai bank bjb untuk bertransaksi narkoba.

Selain itu para awak Media akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengetahui apakah para pegawai bank bjb tersebut pemakai, pengedar, atau pemasok narkoba. (RED)