Indie Marketfest Community Store Usung Sistem Omnichannel

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Perusahaan ritel digital asal kota Bandung PT Indie Marketindo Ceria, Sabtu, (6/2/2021), menggelar soft opening toko “Indie Marketfest Community Store” yang berlokasi di jalan Sukajadi No.170 Bandung.

Indie Marketfest Community Store hadir dengan mengusung konsep gudang, selain itu Indie Marketfest menjadi toko offline berbasis digital pertama di kota Bandung yang mengusung sistem omnichannel.

CEO PT Indie Marketindo Ceria Elvis Samallo saat sesi Press Conference menjelaskan, Indie Marketfest Community Store dibuka sejak Desember 2020 dengan mengusung konsep gudang, “Dengan mengusung konsep gudang maka harga produk di Indie Marketfest lebih murah 30 persen di bandingkan dengan produk yang dijual di Mall,” ungkapnya.

“Sedangkan Omnichannel merupakan sistem yang mampu mengintegrasikan channel penjualan ritel mulai dari toko fisik, toko online, social media commerce, hingga marketplace,” ungkap Elvis Samallo.

“Saat ini yang mengusung sistem Omnichannel di antaranya Alibaba, Amazon, dan Gojek,” ungkap Elvis Samallo, “Sistem ini adalah sistem yang paling ditunggu-tunggu semua perusahaan,” ujarnya.

“Pastinya sistem Omnichannel yang diterapkan di Indie Marketfest Community Store akan memberikan pengalaman berbelanja yang baru kepada konsumennya untuk menggunakan channel belanja yang mereka inginkan,” kata Elvis Samallo, “Masa depan retail akan mengarah ke sistem Omnichannel,” tegasnya.

Lebih lanjut Elvis Samallo mengatakan, kehadiran Indie Marketfest Community Store di kota Bandung memiliki dua tujuan yakni, mengembangkan komunitas kreatif yang ada di kota Bandung, dan membantu para pengusaha ritel baik berskala besar maupun kecil untuk mengembangkan bisnisnya dengan cara mengintegrasi channel-channel penjualannya.

“Untuk mencapai tujuannya tersebut, Indie MarketFest Community Store membuka peluang kepada anak-anak muda kreatif di kota Bandung dan sekitarnya untuk ikut bergabung dan berkolaborasi bersama kami,” kata Elvis Samallo, “Salah satu caranya adalah dengan menitipkan hasil karya dan produk kreatif dengan sistem titip jual,” ujarnya.

Elvis Samallo menegaskan, karya kreatif apapun bisa dititipkan di Indie MarketFest Community Store, “Kreatif bukan dilihat dari jumlahnya, namun kreatif adalah yang dapat dihargai oleh konsumen dan memberikan peluang pengembangan ide dari kreatifitas tersebut,” tegasnya.

Pantauan para awak Media di Indie MarketFest Community Store, toko ini hadir dengan memberikan kenyamanan dalam berbelanja kepada para konsumennya baik secara offline maupun online.

Tidak hanya itu saja, di Indie MarketFest Community Store, terdapat fitur-fitur yang memanjakan para konsumennya seperti fitur ‘pick up at store’ atau pengambilan di toko, maupun ‘delivery from store’ atau pengiriman dari toko.

“Fitur-fitur ini akan mempermudah konsumen untuk dapat mengakses toko dan melakukan pembelanjaan,” kata Elvis Samallo, “Nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, apakah ingin berbelanja secara offline atau online,” ujarnya.

Di akhir paparannya Elvis Samallo berharap dengan kehadiran toko Indie MarketFest Community Store yang merupakan toko offline kreatif pertama di kota Bandung dapat membantu pelaku usaha kreatif dan membantu bisnis para pengusaha ritel nasional untuk mendapatkan sistem penjualan yang tepat dan juga murah dalam memasarkan produknya.

“Setiap brand yang bergabung Indie MarketFest Community Store akan diberikan fasilitas digitalisasi untuk membantu pengembangan usaha mereka,” kata Elvis Samallo, “Brand-brand tersebut akan difasilitasi webstore secara gratis yang terintegrasi dengan social media, marketplace dan toko offline,” pungkas Elvis Samallo.

Sistem Omnichannel bernama Indie OmniPos yang diterapkan di dalam toko Indie MarketFest Community Store terbuka untuk dilihat dan diuji coba langsung oleh para konsumen.

Dengan Indie OmniPos diharapkan para pebisnis maupun konsumen lebih mengenal tentang sistem ‘auto retailing Omnichannel’.

Mengingat era digital yang berkembang pesat, sistem Omnichannel diharapkan mampu mempercepat digitalisasi industri ritel di Indonesia

Indie MarketFest Community Store yang berlokasi di jalan Sukajadi No.170 Bandung dilengkapi dengan beberapa produk kreatif yang limited dan eksklusif, seperti, RA Street, RA Hijab, Urgent, Bhatara Batik, Durchvolk, Lod Denim, StayHoops, Koku Footwear, LeoRichie, Block Ltd, dan Mabacco.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang 2020 telah menggerus banyak usaha ritel offline secara berkelanjutan, namun hal tersebut justru berimplikasi terhadap meningkatnya transaksi toko online secara signifikan.

Keadaan di masa Pandemi memberikan dampak besar terhadap cara peritel melayani konsumen saat ini, baik secara offline maupun online.

Maka untuk mengakomodir hal tersebut, PT Indie Marketindo Ceria, memutuskan untuk membuka toko offline berbasis digital “Indie MarketFest Community Store”. (BRH)