Momen Back Azimuth Untuk EIGER

ARCOM.CO.ID ,Bandung, (24/2/2021). PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) yang menaungi​ brand​ EIGER Adventure pada 5 Februari 2021 merilis sebuah video pernyataan dan permohonan maaf dari CEO Ronny Lukito menanggapi sebuah peristiwa yang kurang berkenan bagi rekan-rekan​ Content Creator.

​Melalui video tersebut Ronny Lukito menjelaskan kejadian tersebut menjadi teguran sekaligus pelajaran yang sangat berharga baginya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mau mendengarkan masukan, dan berkomitmen melakukan perbaikan yang menyeluruh, terutama dalam hal berkomunikasi, baik internal maupun eksternal.

​Deputy CEO PT Eigerindo MPI Christian Hartanto mengatakan, pihaknya menghormati dan mendukung kesungguhan hati Ronny Lukito dan bersama-sama memiliki komitmen untuk ke depannya memberlakukan perbaikan-perbaikan yang nyata dan menyeluruh.

“Kami pun terus mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan​ Content Creator​, dan melihat sambutan mereka yang begitu hangat, kami pun semakin antusias untuk segera bertukar pikiran dan belajar dari mereka,” kata Christian Hartanto.

​Ternyata banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini, salah satunya, komunikasi internal yang efektif dan “dua-arah” adalah kunci dari terjaganya alur koordinasi dan pengambilan keputusan yang baik.

Selain itu, komunikasi internal merupakan faktor penting dalam membangun organizational identification, di mana karyawan merasa bangga untuk bekerja, memiliki rasa aman dan rasa memiliki kepada perusahaan.

Ini menjadi salah satu sorotan dalam langkah-langkah perbaikan yang dimaksud oleh Ronny Lukito dalam videonya.

​Sedangkan aktivis​ brand​ lokal Arto Biantoro mengungkapkan, komunikasi yang selalu positif dalam era yang terbuka seperti sekarang menjadi kunci, semua kritik dan saran merupakan cara yang tepat untuk membangun​ brand menjadi semakin besar, “Apapun yang akan dilakukan EIGER pasca kejadian ini akan sangat menarik untuk diperhatikan,” ujarnya.​

​Sedangkan pendaki senior sekaligus Manager EIGER Adventure Service Team (EAST)​ Galih Donikara mengungkapkan, dalam dunia pendakian, pada metode navigas mengenal​ “Back Azimuth”​ yang biasanya digunakan untuk mengecek apakah perjalanan yang ditempuh lurus atau tidak saat berjalan di sudut yang ditentukan untuk mencapai tujuan.​ 

“Back Azimuth​ mengajarkan sebuah filosofi agar kita berhenti sejenak dari waktu ke waktu untuk mengevaluasi, mengontrol, dan mengoreksi diri agar tidak tersesat dalam hidup, dan selalu berada di jalan yang benar,” kata Galih Donikara.

“Kejadian yang lalu menjadi momen​ back azimuth​ bagi Ronny Lukito dan kami semua di EIGER,” kata Galih Donikara.

“Kami berintrospeksi, belajar dan meluruskan barisan, sebelum kami melanjutkan pendakian kembali sebagai sebuah keluarga dan​ brand​ yang lebih baik, lebih mendengarkan dan lebih bijak,” pungkas Galih Donikara. (BRH)