Blow Up Band Tonjolkan Kritik Sosial, Nada Keras, dan Sarkasme

ARCOM.CO.ID ,Bandung. (27/2/2021). Dunia musik tanah air kembali bergairah dengan kehadiran Blow Up yang merupakan band beraliran Crossover Pop Rock, Alternative, Hip-Hop dan Hardcore.

Para personil Blow Up umumnya merupakan nama-nama yang sangat dikenal pada periode 90-an dan awal 2000-an.

Para personil Blow Up merupakan empat musisi dari band yang berperan penting pada genrenya masing-masing, mereka yang berkonspirasi untuk mengibarkan bendera Blow Up yakni, Andi (Vocal, Purpose/Kungpow Chickens), Bengbeng (Gitar, Pas Band), Yuke (Bass, Dewa), dan Uus (Drum, After Coma).

Karakter berlainan tersebut ternyata dapat menyalurkan kreatifitas dengan tetap menjadi diri sendiri tanpa harus saling mempengaruhi.

Blow Up bergerak tidak terpantau pemberitaan, namun sebenarnya nama-nama ini kerap berkumpul untuk meluapkan gairah musikal di luar kegiatan band masing-masing.

Lokasi pertemuan para personil Blow Up pun berpindah-pindah yakni di seputar Jakarta dan Bandung, dan di setiap kesempatan selalu berlangsung lalu lintas ide.

Mereka saling sambar gagasan hingga kemudian terkumpul beberapa komposisi, dan pada sebuah moment akhirnya tercapailah kesepakatan untuk merilis lagu berjudul “Sumpeh Loe” yang kini sudah dapat dinikmati dalam format digital.

Atmosfer lagu “Sumpeh Loe” membawa nuansa musik yang memang menjadi trend pada masa itu, baik dari pemilihan tema lagu maupun bentuk aranseman.

Oleh karenanya meski single ini berbicara tentang kritik sosial yang disampaikan dengan nada keras dan bahkan disertai narasi sarkasme, namun jalinan unsur bunyi berhasil membangun harmonisasi sehingga tetap nyaman dinikmati siapa saja, terutama oleh penggemar masing-masing band tempat mereka berasal, dan secara alamiah hal ini berpeluang bagus sebagai melting pot para penggemarnya.

Setelah merilis lagu “Sumpeh Loe” kini personil Blow Up tengah bersemangat menyiapkan sejumlah materi baru dalam rangka pemunculan single kedua, dan tetap dengan spirit jamming.

Mereka tetap menjadi diri sendiri, namun berusaha memberikan bentuk alternatif, agar setidaknya dapat memperkaya riak panggung musik Indonesia. (BRH / RLS)