Cordlife Gelar 5th Trisomy Awareness Bash 2021

ARCOM.CO.ID ,Jakarta, (24/3/2021). Dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia (HDSD) yang jatuh pada 21 Maret, PT Cordlife Persada yang merupakan perusahaan di bidang layanan kesehatan melalui penyediaan penyimpanan darah tali pusat dan juga layanan diagnostik mengajak para orangtua untuk mulai mendeteksi trisomy pada anak sejak dini.

Trisomy adalah suatu kondisi di mana jumlah kromosom seseorang lebih atau kurang dari jumlah kromosom pada umumnya.

Salah satu contoh dari trisomy ini adalah Down Syndrome atau trisomy 21.

Down Syndrome sendiri adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki total 47 kromosom, dan bukan 46 seperti orang lain pada umumnya.

Para penyandang Down Syndrome memiliki kelebihan satu salinan pada kromosom nomor 21.

Kondisi ini mendasari berbagai gejala yang dialami oleh anak dengan Down Syndrome.

Menurut​ dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dari Sidney, Mark Selikowitz, Down Syndrome termasuk pada kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pada kemampuan kognitif, motorik, dan psikomotorik seseorang.

Anak dengan Down Syndrome tetap mengalami perkembangan kemampuan, hanya saja kecepatannya lebih lambat dibandingkan dengan anak pada umumnya.

Sementara itu, kasus down syndrome di Indonesia pun terus mengalami peningkatan.

“Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, pada anak berusia 24-59 bulan ditemui kasus down syndrome sebanyak 0,12 persen,” kata Medical Advisor PT Cordlife Persada dr. Meriana Virtin di Jakarta, Rabu, (24/3/2021).

“Lalu pada Riskesdas tahun 2013 kembali mengalami peningkatan sebanyak menjadi 0,13 persen dan pada Riskesdas tahun 2018, meningkat lagi menjadi 0,21 persen,” ungkap dr. Meriana Virtin.

Dari data menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pada kasus down syndrome di Indonesia,” kata dr. Meriana Virtin.

Melihat kondisi ini, Cordlife berkomitmen memberikan hidup yang lebih baik dan sehat dengan menyediakan layanan yang dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mendeteksi adanya risiko Trisomy pada bayi sejak masih dalam kandungan melalui NIPT (Non Invasive Prenatal Testing) yang merupakan sebuah skrining untuk membantu mendeteksi berbagai kelainan kromosom termasuk diantaranya Trisomy 21.

“Kami ingin menjadi bagian dari keluarga Indonesia dalam mendeteksi kelainan kromosom pada kehamilan dengan tujuan agar setiap keluarga Indonesia dapat mempersiapkan yang terbaik untuk keluarganya,” kata Product Manager PT Cordlife Persada Talitha Andini Prameswari.

“Non Invasive Prenatal Test direkomendasikan oleh The American College of Obstetricians and Gynecologists untuk dapat dilakukan oleh semua wanita hamil, terlepas dari usianya,” ungkap Talitha Andini Prameswari, “Dengan cara menganalisis cell free DNA dari janin yang terdapat pada darah ibu, dan dapat dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu hingga 24 minggu,” ujarnya.

“Persiapan ini sangatlah perlu dilakukan oleh para calon orangtua,” kata Talitha Andini Prameswari.

Sejalan dengan visi dari Cordlife yakni membuat keluarga Indonesia menjadi lebih sehat, lebih bahagia dan baik, Cordlife bersama POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome) kembali menggelar Cordlife Trisomy Awareness Bash. Memasuki tahun ke-5 Trisomy Awareness, Cordlife kali ini mengusung tema Mengenal Down Syndrome Lebih Dekat.

Guna mewujudkan hal tersebut, terdapat serangkaian acara yang dilakukan seperti, Ngobrol Bareng Anak Down Syndrome, Instagram live bersama dokter, Down Syndrome Got Talent, dan Webinar.

Pada Ngobrol Bareng Anak Down Syndrome ini melibatkan 11 anak dari 10 kota di Indonesia, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak Down Syndrome untuk berani berbicara dan menyampaikan apa yang menjadi pemikiran mereka sehingga masyarakat dapat lebih mengenal dan mereka semakin diterima di masyarakat.

Ngobrol Bareng Anak Down Syndrome ini nantinya dapat dilihat oleh masyarakat umum melalui kanal Youtube POTADS serta website dan akun sosial media Cordlife.

Sebagai rangkaian dari kegiatan 5th Trisomy Awareness Bash 2021, pada 19 Februari 2021 lalu bersama dr. Yassin Bintang, SpOG-KFER dan dr. Meriana Virtin, dilangsungkan melalui Instagram Live yang membahas mengenai kelainan kromosom dan cara deteksi kelainan kromosom sejak dini.

Pada Rabu, (24/3/2021) materi ini dibahas lebih lanjut pada webinar bersama dr. Ardiansjah Dara, SpOG dan Dr. dr. Lidya Pratanu.

Selain itu, salah satu kegiatan yang cukup digandrungi oleh anak-anak Down Syndrome adalah Down Syndrome Got Talent.

Kegiatan yang diikuti oleh 237 peserta ini, bertujuan untuk menampilkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh anak-anak down syndrome.

Pemenang dari kontes ini akan diumumkan pada acara puncak yang akan diselenggarakan tepat pada Hari Down Syndrome0 Sedunia.

“Kehadiran Trisomy Awareness Bash 2021 ke-5 kami harap dapat menjadi wadah bagi anak-anak Down Syndrome untuk terus mengasah kreativitasnya sehingga terbentuklah kepercayaan diri yang nantinya dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mereka di masa depan,” kata Assistant Manager, Corporate Activation PT Cordlife Persada Wita Pratiwi.f

Tak hanya untuk para anak-anaknya saja, namun Trisomy Awareness Bash 2021 juga dapat menjadi wadah bagi para orangtua untuk menggali berbagai informasi mengenai Trisomy dan anak-anak Down Syndrome,” pungkas Wita Pratiwi. (BRH)