Robot Doper, Inovasi Tel-U Bantu Dokter dan Perawat

ARCOM.CO.ID ,Bandung, (29/4/2021). Sudah lebih dari satu tahun Pandemi Covid-19 menyerang dunia, telah banyak ribuan bahkan jutaan korban meninggal di seluruh dunia akibat virus tersebut.

Banyak tenaga medis yang harus meregang nyawa akibat Covid-19, setidaknya hingga saat ini ada ratusan tenaga medis di Indonesia baik dokter dan perawat yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Telkom University (Tel-U) sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam bidang inovasi terus berupaya dalam menghasilkan inovasi yang dapat bermanfaat, khususnya dalam menanggulangi masalah Pandemi Covid-19 saat ini.

Usai menciptakan Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR), Dentist Protective (Dentpro), dan inovasi lain dalam menanggulangi Covid-19, kali ini Telkom University memperkenalkan inovasi terbarunya, yaitu sebuah Robot Doctor Representative (Doper), yang nantinya akan membantu para dokter dan perawat untuk berkomunikasi secara langsung dengan pasien Covid-19.

Menurut ketua tim peneliti Doper, Azam Zamhuri Fuadi, S.ST., M.T, Doper sendiri diciptakan untuk mengantisipasi kontak langsung antara pasien dengan tenaga medis.

“Kami menciptakan doper sendiri, secara tidak langsung ingin melindungi tenaga medis untuk kontak langsung dengan pasien Covid-19 sehingga dapat menekan jumlah tenaga medis yang terpapar covid-19,” ungkap Azam Zamhuri Fuadi.

Azam Zamhuri Fuadi menambahkan, Robot ini dapat digerakan secara manual dengan menggunakan Remote Control atau dapat secara automatic dengan mengikuti garis yang telah disesuaikan dengan jalur Doper tersebut.

“Di dalam Doper sendiri kami telah sediakan sensor kamera, dan tablet berbasis android yang digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan pasien, Doper juga membawa beberapa alat medis berupa alat pengukur tekanan darah yang dapat dengan mudah digunakan oleh pasien,” kata Azam Zamhuri Fuadi.

Inovasi yang dihasilkan Telkom University ini merupakan hasil kolaborasi riset antara Fakultas Teknik Elektro (FTE), Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB), serta Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University, selain itu ada beberapa startup yang terlibat dibawah naungan Bandung Techno Park (BTP).

“Hingga saat ini kami sudah menyediakan satu robot yang siap digunakan, dan ada 5 yang sedang dalam masa perakitan komponen, ke depannya kami akan terus melakukan inovasi yang dapat menghentikan pandemi ini, dan terus memajukan inovasi yang ada di Indonesia,” tegas Azam Zamhuri Fuadi.

Berikut nama-nama tim yang terlibat dalam pembuatan Doper: Dr. Angga Rusdinar, S.T., M.T. (Dosen Fakultas Teknik Elektro),
Dr. Irwan Purnama, M.Sc.Eng. (FTE/LIPI), Azam Zamhuri Fuadi, S.St.,M.T. (Dosen Fakultas Teknik Elektro), Hardy Adiluhung, S.Sn., M.Sn. (Dosen Fakultas Industri Kreatif), Firman Agung Nugroho, S.T. (FTE/Alumni), Risnanda Satriatama, S.T. (FTE/Alumni), M. Arief Hidayat (Mahasiswa FTE), Ravindra Ditama (Mahasiswa FTE),
Achmad Riyadi (Mahasiswa FTE),
Adnan Syahril Saputra (Mahasiswa FTE), Widia Mulyati (Mahasiswa FKB), Ikhsan (Mahasiswa FIK), dan Arya (Mahasiswa FIK).

Rektor Telkom University Prof. Adiwijaya menyampaikan, Telkom University sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada riset dan entrepreneurial university ingin terus memberikan manfaat untuk masyarakat dan membangun indonesia.

“Saat ini pengembangan penelitian yang kami lakukan sudah mendapat pengakuan dunia internasional, ditunjukkan dengan berjalannya research matching grant dengan berbagai perguruan tinggi dari Asia dan Eropa, seperti Belanda, Prancis, Skotlandia, Australia, Jepang, Korea, dan Malaysia,” tegas Prof. Adiwijaya.

Rektor Telkom University juga terus mendorong peneliti di Tel-U untuk terus melakukan inovasi dan terus melakukan kolaborasi riset baik antar bidang keilmuan maupun dengan dunia industry dan pemerintah.

“Penelitian di Tel-U tidak hanya terfokus pada publikasi tapi harus bermuara pada inovasi, dan terus melakukan kolaborasi untuk menghasilkan ide-ide baru, saat ini berbagai inovasi sudah dihasilkan untuk menghentikan pandemi ini, semoga ke depan inovasi-inovasi baru bermunculan dari anak bangsa,” pungkas Prof. Adiwijaya. (BRH / RLS)