Yayasan R.A.A.H Muharam Wiranatakusumah Minta Mafia Tanah di Proyek Tol Cisumdawu Diberantas

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Yayasan R.A.A.H Muharam Wiranatakusumah secara tegas mendukung langkah Pemerintah dalam percepatan pembangunan jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Jawa Barat.

Seperti diketahui, jalan tol Cisumdawu sepanjang 61 km di klaim dapat memangkas jarak tempuh Cileunyi menuju Bandara Internasional Kertajati menjadi satu jam.

Terselesaikannya jalan tol Cisumdawu dianggap mampu memutar roda ekonomi masyarakat.

Roedy Wiranatakusumah SH, MH, MBA selaku juru bicara dan kuasa hukum Yayasan R.A.A.H. Muharam Wiranatakusumah mengapresiasi langkah Pemerintah dalam memberantas praktik mafia tanah khususnya di proyek jalan tol Cisumdawu.

“Yayasan R.A.A.H Muharam Wiranatakusumah mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo yang telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Investasi,” kata Roedy Wiranatakusumah yang biasa disapa Aom Roedy saat Press Conference, Selasa, (8/6/2021), di Hotel & Resto Kalimasada jalan Kalimantan No.5 Bandung.

“Keputusan Presiden ini salah satunya berisi pemberantasan semua praktik-praktik yang menghambat investasi seperti mafia tanah,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Kita berharap kehadiran Satgas Percepatan Investasi bisa memberantas praktik-praktik yang tidak benar seperti mafia tanah,” kata Roedy Wiranatakusumah, “Apalagi Kejaksaan dan Kepolisian masuk dalam anggota Satgas tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, pembangunan jalan tol Cisumdawu tahapan konstruksi atau fisiknya cukup berjalan lancar dan baik, namun percepatan tersebut malah dihadapkan pada hambatan dan kendala, yakni praktik mafia tanah.

“Kendala hingga mangkraknya Proyek Strategis Nasional atau PSN Tol Cisumdawu mengalami hambatan dalam proses pembebasan lahan,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Seperti halnya pada pembebasan lahan pada Seksi I Fase III Cileunyi Rancakalong sepanjang 10,57 km, di mana pada Fase III tersebut melintasi tiga Desa, yakni Desa Cibeusi, Desa Cilayung dan Desa Cileles Kecamatan Jatinangor,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Di sepanjang jalur yang terkena proyek tersebut diantaranya terdapat tanah seluas 64 hektare yang merupakan tanah milik ahli waris keluarga R.A.A.H. Muharam Wiranatakusumah, namun ada pihak yang memalsukan nama Wiranatakusumah,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Dengan adanya permasalahan hingga terhambatnya PSN Tol Cisumdawu, kami menganggap perlu mengambil sikap terkait mafia tanah dibalik PSN Tol Cisumdawu,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Adanya mafia tanah yang mencatut nama Wiranatakusumah, maka Yayasan Keluarga R.A.A.H. Muharam Wiranatakusumah yang terdiri dari Aom Rd.Toyibin Wiranatakusumah selaku Pembina Yayasan, Aom Rd. Martoyo Wiranatakusumah selaku Ketua Yayasan dan saya Roedy Wiranatakusumah selaku Kuasa Hukum merasa keberatan,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Dengan adanya pemalsuan nama Wiranatakusumah dalam pembebasan tanah di lahan milik kami yakni Yayasan R.A.A.H. Muharam Wiranatakusumah, maka pada 18 Februari 2021 kami telah mengadukan ke Polda Jawa Barat dengan Tanda Bukti Lapor Nomor LP B/198/II/2021/JABAR,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Maka dengan pelaporan ini, kami mohon kepada Kapolda Jawa Barat, Kepala Badan Pertanahan, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan aparat terkait lainnya untuk segera menuntaskan kasus pemalsuan nama Wiranatakusumah yang di gunakan oleh mafia tanah di proyek tol Cisumdawu,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Dengan dibongkarnya permainan mafia tanah pada Pembangunan Proyek Strategis Nasional Tol Cisumdawu, diharapkan dapat mengungkap mafia tanah di proyek-proyek nasional lainnya,” ujar Roedy Wiranatakusumah.

“Sekali lagi, kami atas nama Yayasan Keluarga R.A.A.H. Muharam Wiranatakusumah mendukung Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu mengingat jalan tol ini sangat strategis,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Jalan tol sepanjang 61 km ini bisa memangkas waktu perjalanan dari Bandung ke Bandara Kertajati hanya satu jam, sebagai mana kita dengar dan kita baca jalan tol ini ditargetkan rampung akhir tahun 2021,” kata Roedy Wiranatakusumah.

“Namun sebelum selesai Proyek Jalan Tol Cisumdawu, kami dari Yayasan R.A.A.H Muharam Wiranatakusumah menegaskan kepada Kapolda Jabar, Badan Pertanahan, Kejati Jabar dan aparat terkait lainnya untuk segera menuntaskan kasus pemalsuan nama Wiranatakusumah yang dicatut oleh mafia tanah di proyek tol Cisumdawu,” tegas Roedy Wiranatakusumah.

“Seperti diketahui, mafia tanah di proyek tol Cisumdawu diduga telah banyak meraup keuntungan, sehingga sangat jelas merugikan nama baik keluarga R.A.A.H. Muharam Wiranatakusumah,” pungkas Roedy Wiranatakusumah. (BRH)