FFBN 3 ISBI Bandung Hadirkan Sutradara Film ‘You and I’, Fanny Chotimah

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Festival Film Budaya Nusantara (FFBN) 3 yang digelar Fakultas Budaya dan Media Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sejak 29 hingga 31 Oktober 2021 semakin meriah dengan kehadiran Sutradara Film ‘You and I’ Fanny Chotimah yang datang langsung dari Solo, Jawa Tengah.

Fanny Chotimah ketika ditemui para awak media sebelum pemutaran film ‘You and I’ di Gedung Kesenian Dewi Asri, ISBI Bandung, Sabtu malam, (30/10/2021), mengatakan, Festival Film Budaya Nusantara 3 merupakan sebuah kegiatan festival film yang digelar oleh kampus ISBI Bandung, yang memang sesuai dengan visi kampus ISBI Bandung, yaitu bertema Festival Film Budaya Nusantara, “Tentunya dari pihak kampus ada visi misi tertentu,” ujarnya.

“Menurut saya dari segi sebuah kampus mengadakan sebuah festival film itu baik sekali, karena selain untuk memotivasi semangat mahasiswa untuk lebih kreatif lagi,” kata Fanny Chotimah.

“Bahkan Kampus memfasilitasi dan memberi ruang kepada mahasiswa untuk lebih kreatif memamerkan karya-karyanya, dan juga membuka peluang untuk masyarakat untuk terlibat, karena kegiatan ini pesertanya bukan hanya untuk mahasiswa ISBI Bandung saja, tetapi juga buat masyarakat umum,” ungkap Fanny Chotimah.

“Secara tidak langsung festival yang telah memasuki tahun ketiga ini ikut menyumbang dalam memajukan produksi film pendek di Indonesia,” tegas Fanny Chotimah.

Lebih lanjut Fanny Chotimah mengatakan dirinya nanti akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang proses kreatif film yang ia buat, “Saya akan sharing bagaimana membuat film saya, dan bagaimana tahapan dan kesulitannya,” ujarnya.

“Karena ada mahasiswa tingkat satu yang masih belum tahu film dokumenter seperti apa, karena film yang saya buat adalah film kreatif dokumenter, seperti kita ketahui, masyarakat tahunya film dokumenter seperti berita dan informasi, namun film yang saya buat ada banyak pendekatan observasional, jadi sedikit wawancara namun lebih ke observasi keseharian dan lebih bermain ke story telling,” ungkap Fanny Chotimah.

“Pada masa pandemi ada banyak keterbatasan, memang film saya terdahulu dibuat tidak dalam masa pandemi, tapi saya terhambat dari segi distribusi, karena film saya tidak bisa diputar di bioskop, tapi akhirnya saya bekerja sama dengan layanan Over the Top atau OTT, karena seperti kita tahu saat ini masyarakat menonton film secara online, jadi jalur distribusi lebih terbuka, tidak hanya di bioskop tapi di layanan OTT, karena di layanan OTT kita mendapat royalti, jadi secara finansial seharusnya menguntungkan,” ungkap Fanny Chotimah.

“Biasanya mahasiswa hanya membuat film saja, tetapi kurang mengerti akan diputar di mana, dan bagaimana distribusinya, jadi saya akan sharing ke mahasiswa tentang hal tersebut,” kata Fanny Chotimah.

“Saya juga akan share terkait Funding kepada mahasiswa, agar mahasiswa bila memilik suatu project dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, jadi sebenarnya apabila suatu film baik dari segi cerita, maka film tersebut bisa mendapatkan funding, jadi tidak harus filmya jadi, lalu ikut festival kemudian mendapat funding, tidak seperti itu,” ungkap Fanny Chotimah.

“Jadi dalam membuat film ada banyak strategi yang dapat kita lakukan, bila kita tidak memiliki dana kita dapat mencarinya, salah satunya melalui funding,” pungkas Fanny Chotimah.

Ketua Panitia Festival Film Budaya Nusantara (FFBN) 3, Dara mengatakan, semua kegiatan festival yang telah memasuki tahun ketiga dilaksanakan secara hybrid,

“Ada kegiatan online dan offline, kebetulan yang offline hanya satu kegiatan, yaitu special screening yang menghadirkan narasumber Fanny Chotimah,” kata Dara.

“Mengapa menghadirkan Fanny Chotimah, karena film yang ia buat merupakan pemenang FFI 2020, untuk kategori film dokumenter panjang,” kata Dara.

“Kegiatan ini dilakukan agar vibes festival ini terasa, maka kami menghadirkan Sutradara film ‘You and I’ secara langsung untuk berdiskusi dengan mahasiswa, karena setahun ke belakang kita terus melakukan kegiatan secara online yang kurang mengena, apalagi mahasiswa sekarang agak kurang apresiasi dan literasi,” ujar Dara.

“Maka ketika kita memberikan motivasi melalui kelas sinema, special screening dan pitching project di festival film budaya ini, siapa tahu dapat memberikan dorongan dan motivasi mahasiswa untuk berkembang,” kata Dara.

“Jadi sebelum mahasiswa masuk ke dunia industri film nasional, maka kita coba terlebih dahulu di kampus sendiri untuk mengetahui ekosistemnya seperti apa,” ungkap Dara.

“Di masa pandemi kita tidak terlalu berharap banyak, karena kita harus berdamai dengan situasi pandemi, maka kita melaksanakan festival ini secara hybrid, namun kita sangat bangga dan bahagia dapat mendatangkan Fanny Chotimah dari Solo secara langsung ke FFBN 3,” kata Dara.

“FFBN 3 merupakan milik kampus, sehingga semua stakeholder terlibat, mulai dari dosen, mahasiswa maupun alumni, inilah ekosistem dan sinergi yang ingin kita ciptakan,” pungkas Dara.

Film ‘You and I’ merupakan film dokumenter Indonesia tahun 2020 yang disutradarai oleh Fanny Chotimah.

Film “You and I’ menceritakan persahabatan dua perempuan mantan tahanan politik yaitu Kaminah dan Kusdalini, film ini berdurasi 72 menit.

Film “You and I’ yang disutradarai Fanny Chotimah telah memenangkan berbagai penghargaan, di antaranya, DMZ International Film Festival The Asian Perspective Award (2020), Festival Film Indonesia Film Dokumenter Panjang Terbaik (2020), dan Piala Maya Film Dokumenter Panjang Terpilih (2021).

Berikut Timeline Gelaran Festival Film Budaya Nusantara 3 Tahun 2021.

Hari Ke-1, Kamis, 28 Oktober 2021

  • Kelas Sinema Visinema
  • Kelas Sinema Madani Film Festival
  • Screening & Diskusi Nominator

Hari ke-2, Jumat, 29 Oktober 2021

  • Kelas Sinema Alumni
  • Screening & Dikskusi Nominator

Hari ke-3, Sabtu, 30 Oktober 2021

  • Pitching Project
  • Special Screening You and I

Hari ke-4, Minggu, 31 Oktober 2021
Malam Penganugerahan Festival Film Budaya Nusantara 2021.

(BRH)