Uninus Gelar Refleksi Akhir Tahun 2022 Bersama Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2022 Bersama Forum Wartawan Pendidikan (FWP) Jawa Barat, Selasa, (27/12/2022), di Ruang Rektorat Uninus, Jalan Soekarno-Hatta, kota Bandung.

Seperti diketahui, Uninus saat ini terus melakukan pembenahan guna menjadikan kampus Uninus unggul serta berkualitas dan tetap memegang teguh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, maka berbagai upaya dan terobosan telah dilakukan Uninus sepanjang tahun 2022.

Uninus mulai melakukan perbaikan dan penambahan sarana prasarana, peningkatan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) hingga layanan bagi seluruh civitas akademika, bahkan, prestasi akademik maupun non-akademik berhasil ditorehkan Uninus selama satu tahun terakhir.

Salah satu upaya Uninus dalam meningkatkan kualitas SDM adalah menambah syarat kelulusan yang bukan hanya skripsi sebagai tugas akhir, pasalnya Uninus terus mendorong para Mahasiswa untuk membuat jurnal sebagai syarat alternatif agar bisa lulus dari kampus Uninus.

Wakil Ketua Yayasan Pembina Uninus, Prof. Dr. H. Obsatar Sinanga, S.Ip., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, syarat jurnal sebagai tugas akhir mahasiswa adalah upaya meminimalkan kecurangan, “Sebab hingga kini masih ditemukan kasus skripsi lama yang direplikasi agar Mahasiswa bisa lulus,” ungkapnya.

“Sebagai contoh, ada kasus di mana Mahasiswa mereplikasi dan mengubah skripsi lama hanya untuk menggugurkan tugas akhirnya, dan Mahasiswa tersebut mengubah skripsi yang telah dipakai 9 tahun lalu,” ungkap Obsatar Sinanga.

“Jangankan sembilan tahun, tiga tahun saja dosen sudah lupa, karena itu dibuat alternatif jangan hanya skripsi, jadi untuk kelulusan boleh skripsi, karya, dan jurnal berbentuk legal standing dari sebuah perjanjian atau proses hukum,” kata Obsatar Sinanga.

Lebih lanjut Obsatar Sinanga mengatakan, aturan pembuatan jurnal sebagai alternatif tugas akhir merupakan kebijakan kampus yang ada dalam peraturan otonomi akademik.

“Kebijakan tersebut merupakan kewenangan Universitas atau Rektorat, sehingga bukan aturan tetap dari Kementerian terkait,” ungkap Obsatar Sinanga.

“Atas dasar itu Uninus menerapkan sistem tersebut dan memberikan keleluasaan bagi Mahasiswa agar tidak hanya membuat skripsi sebagai tugas akhir,” kata Obsatar Sinanga.

“Mahasiswa Uninus diperbolehkan membuat jurnal nasional dengan akreditasi Science and Technology Index atau disebut Sinta, juga jurnal internasional terindeks Scopus,” kata Obsatar Sinanga.

“Tidak dipatok Sinta semua, karena jumlahnya sedikit, karena sekali publish Sinta satu kampus paling banyak hanya enam, jika Mahasiswa lebih dari lima lalu Sinta-nya penuh maka Mahasiswa menunggu tahun depan, jadi selain Sinta, bisa juga jurnal internasional,” ungkap Obsatar Sinanga.

Obsatar Sinanga menambahkan, penerapan aturan tersebut sebagai upaya menjadikan Uninus sebagai kampus swasta unggul, “Sebab, jurnal Mahasiswa yang terpublikasi sangat berpengaruh terhadap ranking Uninus,” ujarnya.

“Seperti kita ketahui S3 kita hampir 900 orang, saya cek di Google jurnal publikasinya hanya 30, jadi Disertasinya tebal tapi tidak dipublikasi,” ungkap Obsatar Sinanga.

“Kalau saja 900 jurnal dipublikasi, pasti Uninus rangking pertama, maka kini S3 wajib jurnal meskipun telah membuat Disertasi, namun kalau jurnalnya abal-abal tidak boleh sidang,” pungkas Obsatar Sinanga.

Seperti diketahui, selain menerapkan aturan pembuatan jurnal untuk meningkatkan SDM, Uninus juga memboyong sejumlah guru besar, yakni, Prof. Suryana Sumantri sebagai dosen S3 Program Studi (Prodi) Ilmu Pendidikan, Prof. Imas Siti Setiasih bersama Prof. Dadi Suryadi menjadi dosen di Prodi Pertanian, hingga Ketua Paguyuban Profesor LLDIKTI Wilayah IV, Prof. Endang Komara.

Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Uninus Bandung, Abdul Holik memaparkan keunggulan Uninus khususnya di FAI yang menjadi daya tarik masyarakat.

“Uninus adalah kampus Islam yang senantiasa menjaga budaya lama, namun tetap mengadopsi budaya-budaya baru yang lebih baik,” kata Abdul Holik.

“Jadi kita tidak anti dengan perkembangan zaman, pembelajaran lewat internet, zoom dan lain-lain, karena beberapa dosen sudah melakukan itu,” ungkap Abdul Holik.

Abdul Holik menambahkan, keunggulan FAI, yakni, adanya Strata 3 Program Studi Pendidikan Agama Islam, “Selama ini rata-rata Prodi S3 hanya Pendidikan Islam, sehingga Pendidikan Agama Islam yang dimiliki Uninus menjadi satu-satunya di Jawa Barat,” ungkapnya.

“Nomenklatur Pendidikan Agama Islam itu menjadi keunggulan kita dan bagi alumni-alumni Uninus, sehingga ini menjadi pasar tersendiri, dan kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan yayasan,” pungkas Abdul Holik.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Uninus, Nukaddis Nasher menambahkan, dengan kehadiran petinggi Yayasan dan Rektorat yang baru, diharapkan bisa membawa Uninus ke arah yang lebih baik.

“Saya yakin dengan kehadiran Profesor Obsatar Sinaga saat ini yang sudah banyak makan asam garam di dunia pendidikan, kita optimis Uninus akan maju,” kata Nukaddis Nasher.

“Saya juga lebih semangat lagi dengan kehadiran Profesor Obsatar Sinaga, yang diharapkan membawa angin segar agar Uninus bisa segera tinggal landas, dan mengorbit,” ujar Nukaddis Nasher yang juga seorang pengusaha.

“Adapun poin pentingnya yakni, Uninus harus berlari dengan mengupdate diri, inovatif, memanfaatkan kemajuan teknologi, inovasi, dan tidak lupa sholat malam, karena sholat malam mempertajam daya analisa dan pikiran,” tegas Nukaddis Nasher, “Profesor Obsatar Sinaga selalu mengingatkan saya untuk sholat malam,” pungkasnya.

Refleksi Akhir Tahun 2022 Uninus Bersama Forum Wartawan Pendidikan (FWP) Jawa Barat, diisi pemaparan berbagai prestasi yang telah diraih Uninus maupun para Mahasiswa selama satu tahun terakhir.

Prestasi tersebut di antaranya, penghargaan dari Kemendikbudristek bagi Sendi Cornelia (mahasiswi FKIP) karena berhasil meraih medali emas, cabang olahraga futsal beregu (putri) pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVII.

Kemudian, tim futsal putra Uninus berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Unfari Futsal Championship, turnamen futsal antar perguruan tinggi se-Jawa Barat.

Prestasi terbaru Uninus yakni berhasil meraih penghargaan nasional dari Ditjen Diktiristek dalam ajang “Malam Anugerah Diktiristek 2022” untuk kategori Perguruan Tinggi Swasta Subkategori Media Sosial.

Uninus dengan berbagai upaya dan terobosan hingga prestasi yang telah ditorehkan saat ini telah memiliki mahasiswa di angka 7.000-an, Uninus menargetkan mampu menambah Mahasiswa mencapai 10.000 di tahun 2023. 

Uninus saat ini memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam dan Sekolah Pascasarjana. (BRH / AHM / RLS)